Sedih ketika kucing dibuang
Kucing adalah binatang yang manis yang bisa membuat hati orang bahagia memiliki sahabat sepertinya. Ya, walaupun hal itu untuk pecinta kucing khususnya.
Aku mempunyai kucing yang bernama Meo, mogi, moci, bekky, dan moki. Sedangkan adiiku hanya punya satu kucing yang bernama "Raner".
Aku sangat menyayangi mereka seperti mereka juga menyayangi aku. Kami selalu menikmati napas kehidupan kami masing-masing. Kami selalu makan bersama.--menikmati makanan masing-masing-- Kami selalu bermain, tertawa, bercanda bareng. Dan tiba saatnya aku mengalami kepedihan yang sangat mendalam. Sedih dan kecewe ketika aku tahu, bahwa semua kucingku di buang oleh bapak ku 😿
Disini aku mau menulis, pengalaman sedih ku saat aku tahu kucing ku tidak ada lagi disampingku karena lebih tepatnya semua kucingku tega dibuang sama Bapak ku sendiri 😢
Tepat jam 12 malam pada tanggal 10/04/2017, aku terbangun dari tidurku, saat kulihat, ternyata aku bangun jam 12 malam. Tiba-tiba saat itu aku tidak bisa tidur lagi. Aku pun asyik main gadget-ku. Saat jam 2 malam, salah satu kucing ku lolos dari kandang di samping rumahku, namanya moki, dia bersuara meong-meong di kamar ku, saat aku buka pintu, ternyata benar bahwa itu sih moki, pikirku. Kemudian aku bawa dia ke kamarku. dan membiarkan dia tidur bersamaku. sedangkan kucing ku yang bernama Beky, Meo, Mogi, Moci, sedang di kandang di sebelah rumahku. Saat tiba bangun jam 7 pagi, adikku Fero membangunkan aku dan berkata, "kak, kucing kau dan kucing aku sih Raner gak ada di rumah!"
hatiku tersontak kaget mendengarkan informasi itu. Dan aku mengingat hari kemarin, mengenai insiden kucing aku dan adikku buang kotoran sembarangan di kolong tempat tidur orangtua. Terus mama marah-marah dengan kami karena kucing kami buang kotoran sembarangan. Bahkan sudah kedua kalinya Mama membersihkan kamar karena kucing kami buang kotoran sembarangan. Sejak itu aku dan adikku main menyalahkan.
(flashback on)
"Kucing kau gak sih Fero yang buang kotoran disana! kucing aku bae masih berumur tiga bulan. Lagian kotorannya besar nian. Sudah pasti kucing kau sih Raner yang buang kotoran. Sebab kucing kau paling besar." kemudian adikku menyahuti.
"Nggak kak! aku aja lihat terakhir kali kalau kucing kau yang main-main di kamar mama!"
dan akhirnya kami terjadi percekcokkan. Singkat cerita, saat malamnya Mama membongkar kamarnya dan membersihkan kotoran kucing kami dengan perasaan kesal bercampur emosi, tibalah bapak pulang kerja dan melihat kamarnya. Terus Mama memberi tahu Bapak apa yang terjadi. Lalu ku dengar dengan jelas, Bapak berkata seperti ini. "Mulai besok kucing itu di buang aja di pasar!" dengan suara biasa saja. Dan aku pun mengira, pasti Bapak cuma hanya bisa ngomong aja. Soalnya, sering kali aku mendengar Bapak ngomong begitu, tetapi tidak dilaksanakan. aku begitu yakin kalau kucing aku pasti aman aman aja tiggal disini. Dan aku tidak perlu khawatir dengan ancaman bapak.
(flashback off)
Dan kini aku menyadari hari ini, bahwa Bapak benar-benar serius dengan ancamannya. Dan aku melihat di kandang, ternyata kucing ku tidak ada lagi 😢 Hancur sudah harapanku untuk menyelamatkan mereka. Hatiku sakit. Aku hanya bisa apa? Aku pun menangis. Sungguh, aku sedih teramat sedih saat aku tahu kucingku di buang Bapak. Aku tidak tahu harus menaruh dendam atau tidak sama Bapakku yang sudah buang kucingnya. Intinya, semenjak kucingku dibuang, aku menjalani hari-hari kesepian. Ya, walaupun masih ada Moki di sampingku, tapi itu rasanya tidak cukup mengingat betapa ramainya semua kucingku yang setia menemaniku saat itu. Kini semua sudah terjadi, dan aku hanya bisa berdoa, semoga semua kucing aku yang dibuang ke pasar, semoga mereka sehat selalu, dijauhin marabahaya. Bahkan ada yang baik hati mengadposi mereka. Jujur, saat insiden dibuanhnya kucing ku, aku mulai mencuekkin kedua orangtuaku. Okelah, kalau insiden kucingku yang buang kotoran sembarang di kamar orangtua, wajar saja orangtuaku marah. Tapi apa pernah mereka berpikir, Mereka tidak akan pernah mengerti 😢 Tidak akan pernah 😢 Padahal, semua kucingku adalah jiwa untukku. Adalah nyawa untukku.Adalah teman yang setia menemani ku.Tapi semua status itu tidak bertahan lama karena mereka di buang Bapak ku.
Aku sedih. Menderita. Dan kecewa.
Dear Meo, Mogi, Moci, dan Beky, termasuk kucing adikku, Rener, apa kabar kalian semua? Semoga kalian baik-baik saja ya. Aku cuma mau bilang, terimakasih atas tiga bulannya ya mpuss... Kalian setia mewarnai hari-hariku. Kalian membuat aku tertawa melihat sikap lucu kalian.Walaupun saat ini kita tidak bisa bersama-sama lagi. Ku harap, kalian tidak membenciku ya... Aku sayang kalian. Love you Meo, Mogi, Moci, Bekky dan Raner ❤
Sama persis aku juga hari ini ngalamin itu mbak ðŸ˜
BalasHapus